PAPUA — Xiaomi kembali menghadirkan kejutan di lini ponsel flagshipnya. Untuk pertama kalinya, seri T Pro tidak lagi mengandalkan chip Qualcomm Snapdragon. Melalui pengumuman resmi pada Selasa (15/4), Xiaomi mengonfirmasi bahwa Xiaomi 17T Pro akan ditenagai oleh MediaTek Dimensity 9500.
Chip 3nm dan Daya Tahan Baterai Ekstrem
MediaTek Dimensity 9500 dibangun dengan fabrikasi 3nm. Proses ini menjanjikan efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Chip octa-core ini menjadi otak utama dari Xiaomi 17T Pro yang disebut-sebut bakal menjadi ponsel paling bertenaga di jajaran 17 series.
Urusan daya, Xiaomi membekali ponsel ini dengan baterai silikon-karbon berkapasitas 7.000 mAh. Angka ini jauh di atas rata-rata flagship saat ini yang masih berkutat di 5.000 mAh hingga 6.000 mAh. Klaim resminya, baterai ini sanggup mendukung perekaman video terus-menerus selama 9,5 jam dalam sekali pengisian penuh.
Pertama Kalinya Tanpa Snapdragon
Keputusan ini cukup mengejutkan. Sejak generasi pertama, seluruh ponsel Xiaomi T series selalu menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon. Mulai dari Snapdragon 8 Gen 1 di Xiaomi 12T Pro hingga Snapdragon 8 Gen 3 di Xiaomi 14T Pro. Kini, Xiaomi 17T Pro menjadi anggota pertama yang memakai chip MediaTek di lini tersebut.
Menariknya, ponsel Xiaomi 17 series lainnya tetap menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5. Artinya, Xiaomi membuat segmentasi yang jelas antara varian reguler dan varian Pro, tidak hanya dari sisi kamera, tetapi juga dari pilihan prosesor.
Spesifikasi Utama Xiaomi 17T Pro
- Prosesor: MediaTek Dimensity 9500 (octa-core, 3nm)
- Baterai: 7.000 mAh silikon-karbon
- Daya tahan video: hingga 9,5 jam perekaman kontinu
- Status: spesifikasi kunci telah diumumkan, detail lain menyusul
Kapan Meluncur di Indonesia?
Hingga berita ini ditulis, Xiaomi belum mengungkap tanggal rilis global maupun harga resmi Xiaomi 17T Pro. Namun, melihat pola perilisan seri T sebelumnya, ponsel ini biasanya hadir di Indonesia sekitar 1-2 bulan setelah peluncuran global.
Banderol harga di pasar internasional juga masih dirahasiakan. Sebagai gambaran, Xiaomi 14T Pro dibanderol sekitar 799 euro (sekitar Rp 14,2 juta) saat pertama kali meluncur. Dengan spesifikasi baterai yang lebih besar dan chip anyar, kemungkinan harga Xiaomi 17T Pro akan sedikit lebih tinggi.
Cocok untuk Siapa?
Xiaomi 17T Pro jelas menyasar pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan performa mentah. Kapasitas 7.000 mAh sangat jarang ditemukan di ponsel flagship, biasanya hanya ada di ponsel gaming atau entry-level. Jika klaim 9,5 jam video recording akurat, ponsel ini bisa menjadi pilihan utama content creator yang sering merekam di luar ruangan tanpa khawatir kehabisan daya.
Bagi pengguna yang sudah nyaman dengan ekosistem Snapdragon, mungkin perlu adaptasi dengan karakter chip MediaTek. Namun, Dimensity 9500 di atas kertas menawarkan efisiensi yang sulit ditandingi kompetitor. Tinggal menunggu hasil uji performa nyata untuk memastikan apakah lompatan ini benar-benar membawa keunggulan atau justru menjadi risiko bagi Xiaomi.