PAPUA — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di awal Juni. Berdasarkan data pasar, pada pukul 09.38 WIB mata uang Garuda tercatat di Rp 17.864 per dolar AS. Angka ini menjadi salah satu level terlemah dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan dominasi dolar AS yang masih kuat di pasar Asia.
Kurs di Tiga Bank: Selisih Tipis, Transaksi Besar Dapat Special Rate
Bagi nasabah yang hendak menukar dolar AS hari ini, selisih kurs antarbank terbilang tipis. Bank Central Asia (BCA) memasang kurs jual e-Rate di Rp 17.898 per dolar AS, sementara kurs beli di Rp 17.878. Artinya, jika Anda membeli dolar melalui e-Banking BCA, Anda harus merogoh kocek hampir Rp 17.900 untuk satu dolar.
Sementara itu, Bank Mandiri (BMRI) menawarkan kurs jual TT Counter dan Bank Notes di Rp 17.940 per dolar AS—lebih tinggi dibanding BCA. Khusus untuk transaksi besar di atas 25.000 dolar AS, Mandiri memberikan special rate dengan kurs jual lebih rendah, yakni Rp 17.895 per dolar AS. Kurs beli special rate Mandiri berada di Rp 17.865.
Bank Negara Indonesia (BBNI) juga tak kalah ketat. BNI mematok kurs jual TT Counter dan Bank Notes di Rp 17.940 per dolar AS, sama dengan Mandiri. Namun, kurs beli di BNI sedikit lebih rendah dibanding Mandiri, yakni Rp 17.640 untuk TT Counter dan Rp 17.625 untuk Bank Notes.
IHSG Menguat, Rupiah Justru Tertekan: Apa yang Terjadi?
Fenomena menarik terjadi pagi ini: IHSG menguat 0,3 persen ke 6.217, namun rupiah justru melemah. Kondisi ini menunjukkan bahwa aliran modal asing yang masuk ke pasar saham belum cukup kuat untuk menopang nilai tukar. Sebaliknya, permintaan dolar AS dari korporasi untuk pembayaran impor dan utang luar negeri masih tinggi.
Tekanan eksternal juga tak bisa diabaikan. Indeks dolar AS (DXY) masih bertengger di level tinggi, membuat hampir semua mata uang Asia terdepresiasi pagi ini. Rupiah menjadi salah satu yang paling terpukul bersama dengan yen Jepang dan won Korea Selatan.
Catatan Penting bagi Nasabah yang Bertransaksi Valas
Perlu diingat, kurs yang tercantum di atas bersifat indikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu selama proses transaksi. Untuk transaksi e-Rate di BCA, kurs yang dikenakan adalah kurs pada tanggal efektif transaksi. Sementara untuk transaksi dengan nominal tertentu, nasabah disarankan menghubungi cabang terdekat untuk mendapatkan kepastian kurs.
Bank Indonesia juga mewajibkan penyampaian dokumen underlying untuk transaksi valas dalam jumlah tertentu. Ketentuan ini berlaku di seluruh bank, termasuk BCA, Mandiri, dan BNI, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar valuta asing.
Bagi pelaku bisnis yang memiliki eksposur dolar AS, pelemahan rupiah hari ini menjadi pengingat untuk terus memantau pergerakan kurs dan memanfaatkan produk lindung nilai yang tersedia di perbankan.