Pencarian

Hari Lingkungan Hidup, DLH Papua Barat Daya Tanam 400 Pohon dan Edukasi Pelajar di Kota Sorong

Jumat, 05 Juni 2026 • 16:58:31 WIB
Hari Lingkungan Hidup, DLH Papua Barat Daya Tanam 400 Pohon dan Edukasi Pelajar di Kota Sorong
DLH Papua Barat Daya tanam 400 bibit pohon di Kota Sorong peringati Hari Lingkungan Hidup.

SORONG — Sebanyak 400 bibit pohon ditanam oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat Daya di sejumlah titik di Kota Sorong, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Aksi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyasar kesadaran generasi muda.

Edukasi Lingkungan untuk Pelajar Jadi Fokus Utama

DLH Papua Barat Daya menggandeng pelajar dari berbagai sekolah di Sorong dalam kegiatan tersebut. Mereka diajak langsung turun ke lapangan untuk menanam pohon sekaligus mendapat pemahaman tentang pentingnya menjaga ekosistem.

“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama. Pelajar adalah agen perubahan yang paling efektif,” kata Kepala DLH Provinsi Papua Barat Daya dalam keterangannya.

400 Bibit Pohon untuk Rehabilitasi Lahan Kritis

Jenis bibit yang ditanam disesuaikan dengan karakteristik tanah di Sorong dan sekitarnya. Pemilihan jenis pohon lokal menjadi prioritas agar daya tahan hidup tanaman lebih tinggi dan manfaat ekologisnya maksimal.

Kegiatan ini juga menyasar kawasan-kawasan yang mulai kritis akibat alih fungsi lahan dan aktivitas manusia. Rehabilitasi lahan melalui penanaman pohon dinilai sebagai langkah awal untuk mengembalikan fungsi hutan dan daerah resapan air di Papua Barat Daya.

Fakta Singkat

  • 400 bibit pohon ditanam di Kota Sorong dan sekitarnya
  • Kegiatan melibatkan pelajar dari berbagai sekolah
  • Jenis pohon yang ditanam merupakan spesies lokal Papua
  • Penanaman dilakukan di lahan-lahan kritis dan area publik

Mengapa Peringatan Hari Lingkungan Hidup Penting bagi Papua Barat Daya?

Papua Barat Daya memiliki bentang alam yang kaya namun juga rentan terhadap kerusakan lingkungan. Deforestasi, pertambangan ilegal, dan perluasan pemukiman menjadi ancaman serius bagi kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di provinsi ini.

DLH setempat menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan secara berkala, tidak hanya saat peringatan hari besar. Target jangka panjangnya adalah menambah tutupan hijau di wilayah perkotaan dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Pemerintah provinsi juga mendorong partisipasi masyarakat dan sektor swasta untuk ikut dalam program penghijauan. Langkah ini dianggap lebih efektif jika dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks