Pencarian

Curi Demi Biaya Sekolah Anak, Pria di Mojokerto Kirim Surat Maaf Sehari Setelah Dilepaskan Warga

Rabu, 10 Juni 2026 • 20:32:01 WIB
Curi Demi Biaya Sekolah Anak, Pria di Mojokerto Kirim Surat Maaf Sehari Setelah Dilepaskan Warga
Pria di Mojokerto mencuri untuk biaya sekolah anak, lalu mengirim surat permintaan maaf setelah dilepaskan warga.

PAPUA — Peristiwa ini menimpa Alfin Setyo Tunggal (33), pemilik toko kelontong di Desa Jabon Tegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Pelaku awalnya berhasil ditangkap warga, namun kemudian dilepaskan setelah mengembalikan barang curian dan memohon belas kasihan.

Dilepaskan Setelah Mengaku Nekat Demi Anak

Alfin menceritakan, ia curiga saat melihat seorang pria tak dikenal keluar-masuk rumah dan tokonya dengan menggunakan masker, Rabu (10/6/2026). “Saya curiga karena (pelaku) keluar masuk rumah saya,” katanya.

Setelah digeledah, pelaku kedapatan membawa sejumlah rokok dan uang tunai. Warga yang sempat emosi memberikan beberapa pukulan dan tendangan. Namun, karena merasa kasihan dan pelaku bersedia mengembalikan seluruh barang, Alfin bersama warga sepakat melepaskan pria yang tidak diketahui identitasnya itu.

Surat di Amplop Putih Tergeletak di Toko Keesokan Harinya

Kejutan datang pada pagi hari setelahnya. Alfin menemukan sebuah amplop putih tergeletak di area tokonya. Isinya secarik kertas berisi surat permintaan maaf dari pelaku yang telah dilepaskan.

Dalam surat itu, pelaku mengungkapkan penyesalan dan alasan nekatnya. Ia mengaku terpaksa mencuri untuk membiayai pendidikan anaknya. Isi surat tersebut membuat Alfin dan warga sekitar meleleh, meski aksi pencurian tetap melanggar hukum.

Tak Ada Laporan ke Polisi, Warga Beri Maaf

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan resmi yang diajukan ke pihak kepolisian setempat. Alfin memilih memaafkan pelaku dan tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. “Saya hanya berharap dia kapok dan bisa mencari rezeki yang halal,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Mojokerto. Aksi kocak sekaligus mengharukan ini menunjukkan bahwa di balik tindakan kriminal, kerap ada cerita kemanusiaan yang menyentuh. Namun, warga tetap diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi pencurian di lingkungan masing-masing.

Bagikan
Sumber: jatim.inews.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks