PAPUA — Gempa yang berpusat di lepas pantai selatan Mindanao itu tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengubah bentang alam pesisir secara permanen. Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) menyebut peristiwa ini dipicu oleh pergeseran di Palung Cotabato. Patahan tektonik tersebut mengangkat sebagian garis pantai di Provinsi Sarangani dan Davao Occidental, membuat dasar laut yang semula terendam naik ke permukaan.
Fenomena Langka: Terumbu Karang Muncul ke Daratan
Fenomena pengangkatan dasar laut ini terbilang jarang terjadi dalam skala sebesar itu. Phivolcs menjelaskan, pergeseran vertikal lempeng bumi di zona subduksi menyebabkan daratan pesisir naik drastis. Akibatnya, ekosistem terumbu karang yang biasanya hidup di kedalaman tertentu kini menyembul dan mati karena terpapar udara langsung.
Pihak berwenang setempat masih mendata luas area terdampak. Namun, laporan awal menyebutkan garis pantai di beberapa titik berubah drastis, mempersempit area tangkap nelayan dan mengancam mata pencaharian warga pesisir.
Dampak Kemanusiaan: 1,38 Juta Jiwa Terdampak
NDRRMC mencatat gempa ini berdampak pada sekitar 338.000 kepala keluarga atau 1,38 juta orang di berbagai wilayah Mindanao. Selain korban tewas dan hilang, sebanyak 1.339 warga dilaporkan luka-luka. Gempa juga memicu gelombang tsunami setinggi hampir satu meter yang memperparah kerusakan di pesisir.
Proses evakuasi masih berlangsung, terutama di daerah terpencil yang akses jalannya terputus akibat longsor. Pemerintah Filipina telah mengerahkan tim SAR gabungan untuk mencari 33 warga yang dilaporkan hilang.
Ancaman Ekologis Pascagempa
Pengangkatan dasar laut tidak hanya berdampak pada warga, tetapi juga pada keseimbangan ekosistem laut. Terumbu karang yang terangkat ke daratan dalam hitungan jam akan mati, mengancam rantai makanan biota laut di sekitar Palung Cotabato. Para ahli kelautan dari universitas setempat mulai melakukan kajian untuk mengukur kerusakan jangka panjang.
Fenomena serupa pernah terjadi di wilayah lain di Pasifik, namun jarang mencapai ketinggian dua meter. Phivolcs memperingatkan potensi gempa susulan masih ada, sehingga warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan tsunami lanjutan.