JAYAPURA — Sebanyak 410 ribu penduduk Kota Jayapura menjadi sasaran utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kepala BPS Kota Jayapura Sugiyanto mengungkapkan, pendataan yang dimulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 ini mencakup seluruh elemen masyarakat berdasarkan data awal per April 2026.
Bukan Hanya Data Penduduk, 31 Ribu Unit Usaha Juga Didata
Selain warga, petugas sensus juga akan mendatangi sekitar 31 ribu unit usaha yang tersebar di berbagai distrik dan kelurahan. Cakupan ini meliputi usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar—baik yang berbadan hukum maupun tidak.
“Sensus tahun ini lebih luas karena tidak hanya menghimpun data ekonomi, tetapi juga informasi terkait sektor usaha, pertanian, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat,” kata Sugiyanto di Jayapura, Rabu.
Data Valid Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan Daerah dan Nasional
BPS menempatkan sensus ini sebagai instrumen penting untuk menghasilkan data yang valid dan akurat. Hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat Kota Jayapura maupun nasional.
Sugiyanto optimistis partisipasi aktif masyarakat akan mendukung keberhasilan sensus. Ia berharap warga dan pemilik usaha bersedia menerima petugas yang datang ke rumah atau tempat usaha.
“Kami mohon masyarakat memberikan data sesuai kondisi yang sebenarnya. Hasil sensus ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Petugas Lapangan Mulai Turun Pertengahan Juni
Ribuan petugas sensus akan mulai bergerak ke lapangan pada pertengahan Juni. Mereka akan mendatangi rumah-rumah penduduk dan lokasi usaha di seluruh Kota Jayapura selama kurang lebih dua setengah bulan.
BPS Kota Jayapura menargetkan data yang terkumpul dapat diolah dan dirilis pada akhir tahun 2026 untuk digunakan dalam perencanaan pembangunan periode berikutnya.