Pencarian

Harga BBM dan Bahan Pokok Naik, Pedagang Gorengan di Lebak Naikkan Harga Jadi Rp1.250 per Buah

Jumat, 19 Juni 2026 • 23:04:01 WIB
Harga BBM dan Bahan Pokok Naik, Pedagang Gorengan di Lebak Naikkan Harga Jadi Rp1.250 per Buah
Pedagang gorengan di Lebak menaikkan harga jual menjadi Rp1.250 per buah akibat kenaikan biaya produksi.

PAPUA — Kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang kini mencapai Rp18 ribu per liter secara eceran menjadi pemicu utama membengkaknya biaya produksi gorengan. Tak hanya BBM, harga bahan baku seperti tepung terigu naik dari Rp7.000 menjadi Rp9.000 per kilogram, sementara tepung aci melonjak dari Rp9.000 ke Rp14.000 per kilogram. Minyak goreng merek Minyakita di warung sembako juga sudah menyentuh angka Rp22.000 per liter.

Pedagang Terjepit di Antara Biaya dan Daya Beli

Amin, yang berjualan di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, mengaku tidak punya pilihan lain selain menyesuaikan harga jual. Sebelumnya, satu buah gorengan dijual Rp1.000, kini menjadi Rp1.250.

“Kenaikan harga ini bukan karena ingin mengambil keuntungan lebih, tetapi untuk menjaga usaha tetap berjalan. Kalau harga tidak disesuaikan, modal yang keluar tidak sebanding dengan hasil penjualan,” ujar Amin kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Meski harga naik, Amin berusaha mempertahankan kualitas dan ukuran gorengan agar pelanggan tidak lari. Ia menyadari daya beli masyarakat juga sedang menurun karena harga kebutuhan lain ikut merangkak naik.

Dampak Berantai Kenaikan BBM ke Sektor UMKM

Kenaikan BBM tidak hanya memengaruhi ongkos distribusi barang, tetapi juga harga bahan pokok di tingkat pengecer. Para pedagang kecil seperti Amin menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya karena modal usaha terbatas dan margin keuntungan tipis.

Amin berharap harga BBM dan kebutuhan pokok bisa segera stabil. “Kami hanya ingin usaha ini tetap bertahan. Kalau harga terus naik, bukan tidak mungkin kami harus mengurangi porsi atau bahkan berhenti berjualan,” katanya.

Kondisi ini menjadi gambaran nyata bagaimana gejolak harga energi dan pangan menekan sektor usaha mikro di daerah. Para pelaku UMKM di Lebak kini berharap ada intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga agar usaha mereka tidak gulung tikar.

Bagikan
Sumber: faktabanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks