Pencarian

Musim Kemarau di Kuyawage, Lanny Jaya: Lahan Kering, Warga Pengungsi Nduga Berencana Mengungsi Lagi

Sabtu, 27 Juni 2026 • 22:32:01 WIB
Musim Kemarau di Kuyawage, Lanny Jaya: Lahan Kering, Warga Pengungsi Nduga Berencana Mengungsi Lagi
Lahan pertanian di Kuyawage mengering akibat musim kemarau sejak Juni 2026.

WAMENA — Musim kemarau yang melanda Distrik Kuyawage sejak Juni 2026 membuat lahan pertanian dan perkebunan warga mengering. Tanaman yang menjadi sumber utama ketahanan pangan masyarakat layu dan gagal panen.

Situasi ini paling berat dirasakan oleh pengungsi internal asal Kabupaten Nduga yang telah menetap di Kuyawage sejak 2018. Mereka kini dihadapkan pada ancaman krisis pangan karena persediaan bahan makanan menipis.

“Musim kemarau ini [kemungkinan] akan berakhir pada Desember 2026. [Dalam situasi ini] masyarakat sulit mendapatkan kebutuhan sehari-hari, air dan tanah menjadi kering,” kata Nuwinus Gwijangge, salah seorang pengungsi asal Nduga di Kuyawage, saat ditemui di Wamena, Sabtu (27/6/2026).

Warga Berencana Mengungsi ke Kampung Seberang

Menurut Nuwinus, dalam sepekan ke depan warga masih bisa bertahan dengan sisa persediaan yang ada. Namun setelah itu, mereka akan menghadapi krisis pangan yang parah.

“Masyarakat mulai berencana mengungsi ke kampung-kampung seberang untuk sementara waktu, [karena di Kuyawage] tidak ada makanan, tanaman semua menjadi layu dan kering,” ujarnya.

Kekeringan melanda sejumlah titik pelayanan di Kuyawage, antara lain wilayah Gereja Bonbon, Gereja Area, Gereja Yugume, Gereja Filadelfia, dan Gereja Pribubu. Semua aktivitas warga terpaksa dihentikan sementara.

Bukan Fenomena Baru, Korban Jiwa Pernah Terjadi

Demin Tabuni, seorang intelektual di Kuyawage, mengatakan kekeringan di wilayah ini terjadi hampir setiap tahun. Bencana serupa pada 2022 lalu bahkan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

“Dampak kekeringan sering mengakibatkan perkebunan warga gagal panen hingga adanya korban jiwa. Bencana serupa terakhir terjadi pada 2022, dan kini terjadi lagi,” kata Demin.

Ia mendesak pemerintah daerah segera bergerak. “Kami berharap Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemkab Nduga, dan Pemkab Lanny Jaya membentuk tim tanggap darurat untuk mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Harapan Warga: Bantuan Pangan dan Tim Tanggap Darurat

Nuwinus Gwijangge menyampaikan harapan yang sama. Ia meminta Pemkab Nduga dan Lanny Jaya segera menyalurkan bantuan bahan makanan ke wilayah terdampak.

“Kami butuh tim tanggap darurat untuk menangani bencana musiman ini. Bantuan pangan harus segera dikirim sebelum persediaan warga benar-benar habis,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan maupun kedua pemerintah kabupaten terkait langkah penanganan kekeringan di Kuyawage. (*)

Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks