JAYAPURA — Dinas Pariwisata Kota Jayapura tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu mengelola destinasi secara mandiri. Pelatihan tata kelola objek wisata bagi masyarakat setempat menjadi prioritas. Penguatan sinergi dengan kampung adat juga digencarkan untuk menjaga nilai budaya sebagai daya tarik utama.
Pelatihan Tata Kelola dan Sinergi dengan Kampung Adat
“Jadi pengelola wisata kami latih dengan baik dan juga menata kawasan wisata. Tujuannya meningkatkan daya tarik wisatawan sehingga dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat kampung,” ujar Richard Nahumury di Jayapura, Rabu.
Pemkot melibatkan masyarakat lokal di setiap tahap pengembangan sektor pariwisata. Menurut Richard, kolaborasi ini penting agar warga bersama pemerintah daerah bisa menata destinasi wisata di Kota Jayapura menjadi lebih nyaman bagi pengunjung.
Keamanan Kota Jadi Kunci Daya Tarik Wisatawan
Richard menambahkan, suasana aman menjadi faktor penentu keberhasilan pengembangan kampung wisata. “Jika Kota Jayapura aman dan destinasi wisata terus dikembangkan, maka akan menarik lebih banyak pengunjung ke wilayah ini,” katanya.
Tata kelola objek wisata berbasis masyarakat lokal dinilai krusial untuk meningkatkan kapasitas kelompok sadar wisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Dengan begitu, pengelolaan destinasi bisa berjalan secara berkelanjutan.
Anak Muda Jadi Motor Promosi Potensi Kampung
Pemkot Jayapura menaruh harapan besar pada generasi muda di kampung-kampung wisata. “Dengan demikian, masyarakat lokal khususnya anak muda bisa berkontribusi lebih besar untuk mempromosikan setiap potensi wisata di kampung,” ujar Richard.
Percepatan ini diharapkan mampu mengubah kampung-kampung di Jayapura tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.