PAPUA — Mama, memantau tumbuh kembang anak bukan sekadar soal tinggi dan berat badan. Dua hal ini jadi cermin utama kondisi kesehatan si Kecil secara menyeluruh. Sayangnya, saat berat badan tak kunjung naik atau perkembangan terasa lambat, banyak orangtua langsung berfokus pada masalah nutrisi semata.
Padahal, ada kondisi medis lain yang bisa menjadi akar masalahnya. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah penyakit jantung bawaan (PJB).
Dua Aspek Tumbuh Kembang yang Wajib Dipantau Rutin
Dokter Spesialis Anak, dr. Ambarsari, M.Sc., Sp.A, menekankan pentingnya pemantauan rutin dan berkala. "Tumbuh kembang anak dapat dipantau melalui dua aspek, yaitu pertumbuhan dan perkembangan," jelasnya dalam rilis yang diterima Popmama.com.
Pertumbuhan meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Semua angka ini harus dibandingkan dengan kurva pertumbuhan sesuai usia si Kecil. Sementara itu, perkembangan dinilai dari kemampuan motorik kasar dan halus, kemampuan bahasa, hingga interaksi sosial anak.
Kapan Mama Harus Curiga Ada Masalah Jantung?
Lantas, kapan orangtua perlu waspada? Jika berat badan anak sulit naik meski asupan makannya sudah diperbaiki, atau ia lebih cepat lelah saat bermain dibanding anak lain seusianya, ini bisa jadi sinyal bahaya.
Gejala lain yang patut diwaspadai meliputi napas yang terlihat cepat atau berat, terutama saat menyusu, serta bibir atau ujung jari yang tampak kebiruan saat menangis atau beraktivitas. Bukan hanya soal berat badan, pola napas dan warna kulit anak juga penting untuk diamati sehari-hari.
Penyakit Jantung Bawaan Bisa Terdeteksi Sejak Dini
Kabar baiknya, PJB bisa dideteksi lebih awal. Pemeriksaan rutin ke dokter anak sangat penting untuk menangkap tanda-tanda awal ini. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari mendengarkan bunyi jantung hingga pemeriksaan penunjang jika diperlukan.
Deteksi dini membuat penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Dengan begitu, tumbuh kembang anak tetap bisa optimal meski ia memiliki kondisi jantung tertentu.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jika Mama melihat berat badan si Kecil tidak naik dalam 2-3 bulan berturut-turut, atau ia sering tampak lemas dan tidak seaktif biasanya, jangan tunda untuk berkonsultasi. Lebih baik periksa dan pastikan semuanya baik-baik saja, daripada menunggu hingga gejalanya semakin berat.
Ingat, tumbuh kembang anak adalah tanggung jawab yang dipantau setiap hari. Dengan mengenali tanda-tanda awal, Mama bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan si Kecil.