PAPUA — Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, menjelaskan bahwa penurunan volume operasional terutama disebabkan oleh ramp-down di dua site di Indonesia sepanjang 2025. Proses ini berlangsung seiring dengan habisnya masa kontrak di sejumlah wilayah kerja.
"Disiplin operasional dan perbaikan produktivitas tetap terjaga melewati puncak musim hujan pada Februari, memberikan kami landasan yang lebih kuat sepanjang tahun ini," ujar Iwan dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (31/5).
Strategi Efisiensi dan Fokus ke Depan
Untuk menghadapi tantangan ini, perusahaan telah menyelesaikan transisi menuju tim subject-matter expert terpusat. Langkah ini diambil untuk memperkuat keahlian teknis dan operasional di seluruh area kerja.
Ke depan, BUMA International akan fokus pada eksekusi operasional yang solid seiring memasuki periode cuaca yang lebih kering. Manajemen berharap kondisi ini dapat mendukung peningkatan kinerja produksi pada kuartal-kuartal berikutnya.
"Fondasi telah terbentuk, dan fokus kami ke depan adalah eksekusi yang solid seiring memasuki kuartal operasional yang lebih kering," pungkas Iwan.
Penurunan volume ini menjadi catatan penting bagi BUMA International di tengah dinamika industri tambang global. Meskipun ada tekanan dari sisi kontrak, perusahaan tetap optimistis dengan strategi efisiensi yang telah diterapkan.