JAKARTA — Pemerintah memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan lumbung pangan di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, bukan sekadar proyek cetak sawah biasa. Program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang yang akan mengubah struktur ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Cetak Sawah 1 Juta Hektare: Lebih dari Sekadar Beras
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan pembangunan kawasan pangan terpadu di Papua Selatan merupakan fondasi ekonomi berbasis sektor riil. Ia menyebut pengembangan lahan pertanian skala besar akan menciptakan peluang usaha baru dan memperluas kesempatan kerja.
"Pembangunan sektor pangan bukan hanya soal menghasilkan beras, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Sudaryono.
Efek Domino: Logistik, Perdagangan, hingga Industri Pengolahan
Pemerintah meyakini optimalisasi lahan pertanian baru akan memicu aktivitas ekonomi turunan. Sektor logistik, perdagangan, jasa, hingga industri pengolahan hasil pertanian diprediksi ikut tumbuh. Manfaat program tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga pelaku usaha lokal dan masyarakat luas.
Dukungan datang dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto. Ia menilai pengembangan satu juta hektare sawah baru di Wanam merupakan langkah strategis memperkuat kapasitas produksi nasional.
"Cetak sawah baru ini penting untuk ketahanan pangan jangka panjang, untuk mengantisipasi kebutuhan pangan yang meningkat dan menghindari ketergantungan pangan dari negara lain," kata Panggah.
Investasi Jangka Panjang untuk Kemandirian Bangsa
Menurut Panggah, pembangunan sektor pangan harus dipandang sebagai investasi ekonomi nasional. Manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat hingga percepatan pembangunan infrastruktur pendukung di Papua Selatan.
Di tengah fluktuasi ekonomi global, PSN Wanam hadir sebagai wujud keberanian pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru dari dalam negeri. Pemanfaatan lahan produktif, penguatan rantai pasok pangan, dan pemberdayaan masyarakat lokal menjadi fondasi utama.
PSN Papua Selatan diharapkan menjadi contoh keberhasilan pembangunan yang mampu mengubah potensi wilayah menjadi kekuatan ekonomi nyata. Program ini sekaligus menegaskan komitmen negara dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan produktif.