TIMIKA — Pertemuan Leonard Stev dan Rani Beatrix Yoku bukanlah kebetulan. Hal itulah yang ditegaskan Pdt. Stevanus Y. Wenda, M.Th., Ketua Umum BPP PGBP, saat memberkati pernikahan kedua mempelai di Gereja Yerusalem, Timika.
“Kita memuji Tuhan karena kedua anak yang dikasihi ini dipertemukan oleh Tuhan. Mereka berasal dari latar belakang dan budaya yang berbeda, tetapi dipersatukan dalam kasih dan kehendak Tuhan,” ujarnya dalam khotbah yang dikutip dari keterangan yang diterima, Senin (29/06/2026).
Tiga Prinsip Pernikahan yang Ditekankan
Pdt. Wenda menguraikan tiga prinsip penting dalam membangun rumah tangga Kristen. Prinsip pertama adalah meninggalkan ayah dan ibu untuk membentuk keluarga yang mandiri.
Ia menegaskan bahwa perintah tersebut bukan berarti mengabaikan orang tua. Tujuannya, membangun rumah tangga yang mampu berdiri sendiri tanpa terlalu banyak intervensi pihak lain.
“Tuhan menghendaki setiap keluarga hidup mandiri. Banyak persoalan rumah tangga muncul karena adanya intervensi pihak ketiga. Karena itu suami dan istri harus belajar menyelesaikan persoalan bersama dan menjaga keutuhan keluarga yang telah Tuhan percayakan,” katanya.
Makna Penolong yang Sepadan
Mengacu pada Kitab Kejadian, pendeta itu menjelaskan bahwa penolong yang sepadan bukan berarti kesamaan fisik atau latar belakang. Lebih dari itu, kemampuan untuk hidup bersama, bekerja sama, dan saling menopang dalam menjalankan kehendak Tuhan.
“Penolong yang sepadan berarti pasangan hidup yang dapat berjalan bersama, saling menguatkan, dan bersama-sama melayani Tuhan dalam kehidupan rumah tangga,” jelasnya.
Tulang Rusuk: Simbol Kasih, Bukan Dominasi
Dalam khotbahnya, Pdt. Wenda juga menyoroti makna penciptaan Hawa yang diambil dari tulang rusuk Adam. Ia menekankan bahwa Tuhan tidak mengambil tulang dari kaki atau kepala, melainkan dari bagian yang dekat dengan hati.
“Ini menunjukkan bahwa seorang suami harus mengasihi istrinya dengan hati. Istri bukan untuk diinjak atau dikuasai, tetapi dikasihi, dihormati, dan diperlakukan sebagai teman hidup yang setara,” jelasnya.
Pdt. Wenda berharap Leonard dan Rani senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap perjalanan rumah tangga mereka. “Yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan manusia. Bangunlah keluarga di atas kasih Kristus, maka rumah tangga akan tetap kuat menghadapi setiap tantangan kehidupan,” tutupnya.