PAPUA — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengungkapkan bahwa prototipe tabung yang akan diuji coba berasal dari China. “Juli ini ada prototipe untuk diuji, jumlahnya mungkin sekitar 15 (unit),” katanya di kompleks DPR RI, Selasa (29/6).
Proses pengujian akan dilakukan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Fokus pengujian meliputi uji tekanan serta uji keamanan katup atau valve tabung.
Laode menegaskan, tabung “Merah Putih” baru akan diedarkan ke masyarakat setelah dinyatakan lolos seluruh rangkaian uji dan evaluasi. Distribusi perdana direncanakan bertahap, dengan menyasar kota-kota besar di Pulau Jawa terlebih dahulu.
Skema Pendanaan dan Harga Jual
Menariknya, skema pendanaan program ini tidak berasal dari alokasi anggaran pemerintah. Laode enggan merinci sumber pendanaannya, namun memastikan harga jual tabung CNG nantinya akan sama dengan tabung LPG 3 kg bersubsidi.
“Harganya sama, sekarang simulasinya disamakan, (dengan ini) subsidi (untuk gas tabung) bisa turun sampai 30%,” ujarnya.
Beralih dari LPG Impor ke Gas Bumi Lokal
Pemerintah melihat potensi penghematan besar dari program ini. Laode menjelaskan, LPG membutuhkan anggaran besar karena selain disubsidi, sebagian besar pasokannya juga harus diimpor. Sebaliknya, CNG bisa dipasok dari gas bumi dalam negeri yang produksinya sudah melimpah.
“Dengan konten yang sama, dengan harga yang sama dengan LPG 3 kg, kita bisa menghemat 30%. Subsidinya lebih rendah (CNG) daripada subsidi LPG,” jelas Laode dalam kesempatan sebelumnya, dikutip dari Antara, Rabu (13/5).
Dengan perhitungan tersebut, Indonesia berpotensi menghemat 20 hingga 30 persen subsidi apabila masyarakat beralih dari LPG ke CNG.
Peluang Investasi Pabrik Dalam Negeri
Meski tahap awal masih menggunakan tabung impor, Laode membuka peluang bagi investor untuk membangun pabrik tabung CNG di dalam negeri. “Iya, peluang besar (investasi China),” ucapnya.
Keputusan untuk memproduksi secara lokal bisa diambil jika kebutuhan tabung CNG sudah dalam jumlah besar, sehingga memberikan daya tawar bagi investor. Pasokan gas untuk tabung ini sendiri sudah dialokasikan oleh SKK Migas, meski Laode tidak merinci sumber spesifiknya.
Program tabung CNG “Merah Putih” ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada LPG impor sekaligus menekan beban subsidi energi yang terus membengkak setiap tahunnya.