JAYAPURA — Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung Yoka, Distrik Heram, diisi dengan kegiatan yang menyatukan warga lintas latar belakang. Bakti sosial yang digelar di Balai Kampung Yoka pada Rabu (29/7/2026) ini mengusung tema "Bersatu Membangun Kampung, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Kegiatan ini dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta mama-mama Papua yang memadati balai kampung. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi momentum penguatan nilai-nilai adat di tengah masyarakat.
Adat Kuat Jadi Pedoman Hidup Bermasyarakat
Fredrick Makuba menegaskan bahwa adat dan budaya harus terus dijaga sebagai identitas sekaligus kekuatan masyarakat Papua. Menurutnya, adat yang kuat memberikan pedoman bagi masyarakat untuk saling menghormati dan menyelesaikan persoalan secara musyawarah.
"Sebagai tokoh adat, saya mendukung penuh semangat 'Kampung Meriah, Adat Kuat, Indonesia Bersatu'. Tema ini mengingatkan kita bahwa kemeriahan di kampung bukan hanya tentang kegiatan bersama, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat berkumpul, menjaga kebersamaan, serta memperkuat hubungan kekeluargaan tanpa melihat perbedaan suku, agama, maupun latar belakang," ujar Fredrick.
Ia menambahkan, kehidupan kampung yang aman dan harmonis hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat saling menghormati. Ajakan ini disampaikannya di hadapan warga yang hadir dalam kegiatan bakti sosial tersebut.
Waspadai Provokasi dan Informasi Tidak Jelas
Di tengah derasnya arus informasi, Fredrick Makuba mengingatkan warga untuk tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun kabar yang belum tentu kebenarannya. Ia secara khusus mengajak masyarakat, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP, untuk bersama-sama menjaga persatuan.
"Dengan adat yang kuat, masyarakat memiliki pedoman untuk menghormati sesama, menyelesaikan persoalan secara musyawarah, serta menjaga kehidupan kampung tetap aman dan harmonis," tegasnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat penting di tengah keberagaman yang ada di Kampung Yoka, agar semangat kebangsaan tidak luntur oleh isu-isu yang memecah belah.
Pembagian Sembako dan Lomba Anak-Anak
Puncak kegiatan bakti sosial ditandai dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada warga Kampung Yoka yang hadir. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah kampung terhadap kebutuhan pokok masyarakat menjelang perayaan kemerdekaan.
Suasana semakin meriah dengan digelarnya enam perlombaan bagi anak-anak. Lomba makan kerupuk, lari kelereng, memasukkan bolpoin ke dalam botol, jalan balon, dan goyang balon menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang hadir.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga Kampung Yoka. Semangat gotong royong yang tumbuh dari kegiatan semacam ini dinilai sejalan dengan cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.