Pencarian

Gempa M 6,1 Guncang Vanuatu, Episentrum 56 Km dari Port Olry, Tak Berpotensi Tsunami

Minggu, 16 Agustus 2026 • 13:28:14 WIB
Gempa M 6,1 Guncang Vanuatu, Episentrum 56 Km dari Port Olry, Tak Berpotensi Tsunami
Warga mengamati kondisi bangunan di Port Olry, Vanuatu, pasca gempa M 6,1 yang mengguncang wilayah tersebut, Senin (16/8).

PAPUA — Vanuatu Meteorology and Geo-hazards Department (VMGD) belum mengeluarkan peringatan tsunami setelah getaran terdeteksi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut.

Episentrum dan Kedalaman Sumber Getaran

USGS menempatkan episentrum gempa sekitar 56 kilometer di timur laut Port Olry, sebuah desa pesisir kecil di wilayah selatan Vanuatu. Kedalaman hiposentrum mencapai 188 kilometer, yang menurut standar seismologi termasuk kategori gempa menengah.

Getaran dengan kedalaman di atas 100 kilometer umumnya lebih terasa di permukaan dibandingkan memicu deformasi dasar laut yang ekstrem. Kondisi ini menjelaskan mengapa potensi tsunami dinilai sangat rendah meski kekuatannya cukup signifikan.

Vanuatu di Cincin Api Pasifik

Vanuatu merupakan negara kepulauan yang membentang di sepanjang Cincin Api Pasifik, jalur tektonik aktif yang membentang dari Asia Tenggara hingga cekungan Pasifik. Kondisi geologis ini menjadikan kawasan tersebut salah satu wilayah dengan frekuensi kegempaan tertinggi di dunia.

Wilayah kepulauan dengan topografi dataran rendah ini rentan terhadap dampak sekunder bencana, seperti gelombang pasang dan likuifaksi. Meski demikian, karakteristik gempa kali ini berbeda dengan sumber getaran dangkal yang biasanya lebih merusak.

Rangkaian Aktivitas Seismik di Pasifik Selatan

Kejadian ini muncul sehari setelah gempa dahsyat berkekuatan M 7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Badan nasional penanggulangan bencana mencatat 51 orang meninggal dunia akibat peristiwa yang mengguncang wilayah Indonesia timur tersebut.

Dua kejadian dalam rentang waktu berdekatan ini menjadi pengingat bahwa kawasan Pasifik dan Asia Tenggara berada dalam periode aktivitas tektonik yang intens. Para ahli seismologi biasanya mengamati pola ini untuk melihat kemungkinan korelasi antar sesar aktif di kawasan tersebut.

Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Vanuatu mengenai potensi gempa susulan. Masyarakat di wilayah pesisir tetap diminta waspada terhadap kemungkinan guncangan lanjutan yang umum terjadi pasca gempa utama.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks