Pencarian

SPREP Kumpulkan 21 Negara Pasifik di Samoa Bahas Tiga Krisis Planet, Targetkan Strategi Baru untuk 2050

Minggu, 16 Agustus 2026 • 15:26:01 WIB
SPREP Kumpulkan 21 Negara Pasifik di Samoa Bahas Tiga Krisis Planet, Targetkan Strategi Baru untuk 2050
Pertemuan Dewan Eksekutif SPREP di Samoa membahas strategi baru hingga 2050 untuk menghadapi tiga krisis planet.

JAYAPURA — Sekretariat Program Lingkungan Regional Pasifik (SPREP) kembali menegaskan komitmennya melindungi masyarakat Pasifik dari dampak perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Hal ini mengemuka dalam Pertemuan Dewan Eksekutif kelima (5EBM) yang berlangsung di Pusat Perubahan Iklim Pasifik/SPREP, Apia, Samoa, pada 12-13 Agustus 2026.

Direktur Jenderal SPREP, Sefanaia Nawadra, menyampaikan bahwa komunitas Pasifik terus menghadapi tantangan lingkungan yang semakin meningkat. Menurutnya, keterkaitan antara dampak ketiga krisis planet tersebut menjadi fokus utama seluruh program kerja organisasi yang berkantor pusat di Samoa ini.

Evaluasi Kinerja dan Tata Kelola Organisasi

Pertemuan yang dipimpin oleh Wallis dan Futuna ini menjadi ajang bagi para anggota untuk mengevaluasi kemajuan sejak Pertemuan SPREP ke-32. Presentasi Laporan Tahunan dan Rencana Implementasi Kinerja menjadi agenda utama untuk memastikan pengelolaan sumber daya berjalan secara bertanggung jawab.

"Kita memiliki kesempatan di sini hari ini untuk mengevaluasi kemajuan sejak Pertemuan SPREP ke-32, melalui presentasi Laporan Tahunan, dan Rencana Implementasi Kinerja," ujar Nawadra dalam sambutannya, sebagaimana dilansir Jubi dari laman tavulinews.com.sb, Minggu (16/8/2026).

Dewan Eksekutif yang dibentuk pada 2015 ini bertemu setiap dua tahun sekali. Keanggotaannya mencakup Troika yang terdiri dari Inggris Raya, Vanuatu, dan Wallis dan Futuna, serta perwakilan dari Fiji untuk Melanesia, Kepulauan Cook untuk Polinesia, dan Negara Federasi Mikronesia untuk Mikronesia. Australia dan Prancis mewakili anggota metropolitan dan anggota berbahasa Prancis.

Rancangan Strategi Baru Hingga 2050

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah draf awal Rencana Strategis SPREP berikutnya. Dokumen ini dikembangkan bersama seluruh anggota dan akan dipresentasikan pada Pertemuan SPREP tahun depan.

Nawadra menekankan bahwa SPREP telah aktif terlibat di tingkat regional dan global, termasuk dalam implementasi Strategi 2050 untuk Benua Pasifik Biru. Organisasi ini juga terus memantau perkembangan arsitektur regional bersama Council of Regional Organisations in the Pacific (CROP).

SPREP juga memberikan informasi terbaru mengenai keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan internasional penting, termasuk COP31 yang dinilai sebagai momen penting bagi kawasan Pasifik, serta Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD COP).

Mandat Perlindungan Lingkungan Pasifik

SPREP merupakan organisasi regional yang didirikan oleh Pemerintah dan Administrasi Pasifik. Mandat utamanya adalah mempromosikan kerja sama di kawasan dan memberikan bantuan untuk melindungi serta meningkatkan lingkungan demi pembangunan berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Pertemuan yang diberkati oleh Pendeta Dr. Wesley Taotua di awal acara ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk memastikan masyarakat Pasifik terlindungi dari dampak krisis lingkungan yang semakin kompleks. Seluruh rangkaian pertemuan berpedoman pada prinsip kepemimpinan lingkungan, kesetaraan, transparansi, dan akuntabilitas sesuai praktik di kawasan Pasifik.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jubi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks