Pencarian

Adobe Firefly Rilis Alat Audio AI: Ciptakan Musik, Voiceover, dan Efek Suara Bebas Royalti

Jumat, 21 Agustus 2026 • 03:02:31 WIB
Adobe Firefly Rilis Alat Audio AI: Ciptakan Musik, Voiceover, dan Efek Suara Bebas Royalti
Warga mengamati demonstrasi alat audio kecerdasan buatan Adobe Firefly di Papua.

PAPUA — Adobe memperluas ekosistem kecerdasan buatannya dengan merilis tiga alat audio generatif untuk publik. Langkah ini diambil di tengah temuan survei yang menunjukkan bahwa hampir 43,2 persen kreator menganggap risiko hukum dan hak cipta sebagai hambatan terbesar dalam menggunakan musik pada konten video mereka, sementara 38,9 persen lainnya terkendala biaya lisensi.

Survei yang dilakukan Adobe bersama Berklee College of Music tersebut juga mengungkap bahwa 100 persen responden menggunakan musik dalam video mereka, dan 32,7 persen di antaranya telah memakai musik yang dihasilkan AI.

Tiga Alat Audio Baru yang Kini Bisa Dicoba

Alat-alat ini tersedia di aplikasi web Firefly, baik versi desktop maupun seluler. Berikut rincian ketiga fitur tersebut:

  • Generate Music: Membuat trek musik orisinal yang sepenuhnya memiliki lisensi dan siap pakai untuk karya komersial. Fitur ini dapat menganalisis isi video dan menghasilkan prompt yang sesuai dengan suasana serta durasi konten.
  • Generate Speech: Mengubah naskah menjadi sulih suara yang jernih dan natural. Pengguna bisa memilih model suara dari Firefly milik Adobe atau dari ElevenLabs.
  • Generate Sound Effects: Menciptakan efek suara khusus yang cocok dengan aksi, waktu, dan energi konten. Pengguna bisa mengetik deskripsi teks atau merekam suara sebagai referensi untuk audio yang dihasilkan.

Ketiga alat ini tidak memerlukan langganan tambahan untuk menghasilkan materi yang aman secara komersial. Ini berbeda dengan layanan AI generatif lain yang kerap memungut biaya ekstra untuk lisensi penggunaan komersial.

Fitur Pendukung untuk Kontrol Kreatif

Pada alat Generate Music, pengguna dapat mengatur parameter seperti tempo, energi, dan durasi musik sebelum proses pembuatan dimulai. Setelah itu, sistem akan memberikan empat opsi trek yang bisa dipilih. Sementara itu, Generate Speech mendukung penambahan tag ekspresi dan pelafalan pada bagian tertentu dari naskah agar intonasi suara lebih sesuai dengan konteks kalimat.

Adobe menegaskan bahwa suara sering kali menjadi elemen terakhir yang ditambahkan dalam produksi video, tetapi justru yang paling mudah disadari oleh penonton. "Sound is usually the last thing you add and the first thing people notice. It’s also where creative flow tends to get disrupted, sending you off to specialized tools and separate services, then back again to stitch it all together," tulis Adobe dalam pernyataan resminya.

Model AI Pihak Ketiga Semakin Melengkapi Firefly

Selain alat audio, Adobe juga mengumumkan kehadiran model Gemini Omni Flash dari Google di dalam Firefly. Model ini memungkinkan pengguna memberikan perintah berupa video, audio, dan gambar bersamaan dengan teks untuk mengembangkan serta mengubah konten video secara interaktif.

Penambahan ini menyusul integrasi model Runway Aleph 2.0 dan Kling 2.0 yang diumumkan beberapa hari sebelumnya. Saat ini, Firefly telah mendukung berbagai model dari Google, Kling AI, Luma AI, OpenAI, Runway, dan model besutan Adobe sendiri.

Bagi kreator konten di Indonesia yang kerap kesulitan mencari musik bebas royalti untuk platform seperti YouTube atau TikTok, kehadiran alat ini bisa menjadi alternatif praktis. Proses pembuatan musik, sulih suara, dan efek suara kini bisa dilakukan dalam satu ekosistem, tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi atau khawatir konten kena klaim hak cipta.

Follow papuaonline.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks