PAPUA — Enam Fuel Terminal (FT) di wilayah Flores kini beroperasi penuh untuk menyalurkan BBM dan LPG. Tiga FT lainnya masih dalam tahap persiapan penyaluran sambil menunggu akses jalan yang tertimbun longsor kembali bisa dilalui.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pihaknya menyiapkan jalur alternatif untuk memastikan pasokan tidak terputus. Alih suplai dilakukan dari FT Labuan Bajo, FT Bima, FT Ende, dan FT Maumere, termasuk mengerahkan moda transportasi laut untuk menjangkau wilayah yang akses daratnya masih terdampak.
“Keselamatan masyarakat, pekerja, dan keandalan penyaluran energi menjadi prioritas kami. Karena itu, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan setiap fasilitas yang akan dioperasikan telah melalui pengecekan dan memenuhi aspek keselamatan,” ujar Kitty dalam keterangannya, Senin (16/8).
Lima Agen LPG Masih Beroperasi Aman
Di sektor LPG, lima agen di Flores masih beroperasi dalam kondisi aman dengan stok tersedia di level agen dan outlet. Pada pembaruan 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung LPG telah tiba di Maumere untuk memperkuat pasokan.
Adapun pemulihan SPBU berjalan bertahap. Dari 52 SPBU di Flores, 35 di antaranya sudah melayani masyarakat atau bertambah tiga unit dibanding hari sebelumnya. Sebanyak 17 SPBU lain belum beroperasi karena sejumlah mitra dan tenaga operasional masih fokus pada proses evakuasi. Beberapa lokasi juga menghadapi kendala listrik, jaringan komunikasi, dan kerusakan sarana.
Koordinasi dengan BPH Migas dan Pemda
Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, instansi terkait, mitra lembaga penyalur, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan. Perusahaan mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan BBM maupun LPG secara bijak sesuai kebutuhan.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi melalui Pertamina Contact Center 135 terkait kondisi penyaluran energi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Langkah pemulihan ini menjadi kunci menjaga aktivitas ekonomi dan layanan publik di Flores tetap berjalan pasca-bencana, terutama bagi sektor transportasi, perikanan, dan logistik yang sangat bergantung pada pasokan BBM.