PAPUA — Keraton Yogyakarta menyoroti modus penipuan berkedok loket tiket tutup yang menimpa seorang wisatawan di kawasan keraton, Minggu (25/10/2026). Wisatawan yang datang bersama suami dan anaknya diarahkan ke tempat penjualan lukisan, bukan ke loket resmi kunjungan keraton. Pihak keraton mengimbau pengunjung mengecek tata cara berkunjung lewat kanal resmi sebelum berangkat.
Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Keraton Yogyakarta, Nyi Raden Wedana Noorsundari, menyesalkan pengalaman yang dialami keluarga tersebut. Menurutnya, kejadian semacam itu mengganggu kenyamanan wisatawan yang datang ke Yogyakarta.
"Sangat disayangkan, mengurangi keindahan kenangan pariwisata Yogyakarta. Sementara ini, kami masih mengunggah ulang tata cara berkunjung ke Keraton," kata Noorsundari saat dihubungi wartawan, Senin (26/10).
Kronologi: Loket Bertuliskan "Tutup" dan Tawaran ke Perajin Batik
Peristiwa bermula saat wisatawan tersebut tiba di Keraton Jogja bersama suami dan anaknya. Di lokasi, mereka melihat sebuah loket dengan papan bertuliskan "tutup".
Tak lama kemudian, seorang pria berbaju batik cokelat menghampiri dan menawarkan kunjungan ke tempat perajin batik. Namun, keluarga itu justru dibawa ke tempat penjualan lukisan.
Di sana, wisatawan mengaku ditawari lukisan dengan harga Rp 700 ribu hingga Rp 2 juta. Ia merasa suaminya mendapat tekanan halus untuk membeli.
"Nawarin lukisan harga 700-2jt dgn sedikit mengintimidasi. Suami mau beli, lgsg lah gw bilang.. 'SCAM nih!!'," tulisnya dalam unggahan yang dikutip detikJogja, Senin (26/10).
Loket yang Dilihat Bukan Loket Kunjungan Wisata
Setelah keluar dari tempat penjualan lukisan, keluarga itu bertanya kepada seorang pengemudi becak. Dari situ mereka tahu keraton tetap buka.
Loket berlabel "tutup" yang mereka lihat bukan loket utama kunjungan wisata, melainkan loket untuk menyaksikan pertunjukan di lingkungan keraton. Loket kunjungan wisata letaknya sedikit lebih ke dalam.
Saat menceritakan kejadian itu ke petugas penjual tiket, wisatawan mendapat konfirmasi bahwa modus serupa memang pernah terjadi.
"Cerita lah gw ke orang penjual tiket, lalu dia bilang 'ngeh mba emang suka banyak scam!'. Mateek lah untung gak beli tadi," tulisnya.
Keraton Duga Pelaku Oknum Pemandu Wisata
Pihak keraton menduga pria yang mengarahkan wisatawan ke penjual lukisan merupakan oknum pemandu wisata. Keraton sedang berupaya menemui paguyuban guide untuk menelusuri kejadian tersebut.
Identitas pria itu belum diketahui. Keraton masih mencari informasi apakah yang bersangkutan pemandu wisata, abdi dalem, atau pihak lain.
"Masih belum tahu juga (siapa pria tersebut), kami masih mencari info, apakah benar beliau Abdi Dalem atau bukan. Sayangnya beliau yang menjadi korban juga tidak memberikan ciri-ciri yang lengkap atau foto dari guide yang dimaksud," kata Noorsundari.
Cara Aman Berkunjung ke Keraton Yogyakarta
Keraton mengingatkan wisatawan untuk mencari informasi kunjungan sebelum datang. Langkah ini penting agar pengunjung tahu lokasi loket, tata cara masuk, hingga ketentuan kunjungan.
Noorsundari menyarankan wisatawan mengakses situs resmi Keraton Yogyakarta maupun akun Instagram resminya. "Sebaiknya di web tourism.kratonjogja, atau pun di IG kratonjogja.tourism," kata dia.
Bagi traveler yang berencana ke Keraton Jogja, pastikan masuk lewat loket resmi kunjungan wisata yang berada lebih ke dalam dari area pertunjukan. Abaikan tawaran pemandu tak dikenal yang menghampiri di luar loket, terutama jika mengarah ke tempat penjualan barang.
Jika menghadapi situasi serupa, segera keluar dari lokasi dan laporkan ke petugas tiket atau pengelola keraton. Informasi tarif dan jam buka terbaru dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi tourism.kratonjogja sebelum keberangkatan.